Author: Dani Cokroatmojo

Tips Praktis Memotret Landscape

Tips Praktis Memotret Landscape

Untuk dapat menghasilkan foto landscape secara sempurna, tentunya kita harus mengetahui tips dan trik yang perlu dilakukan. Nah, kali ini DIY Kamera akan memberikan tips dan trik memotret landscape agar hasil bidikan Anda memuaskan.

Yang perlu kita perhatikan pertama kali saat memotret landscape ini adalah soal waktu, karena memotret landscape ini sangat berkaitan dengan golden time. Golden time ini maksudnya adalah waktu terbaik untuk memotret, yaitu satu jam menjelang dan dua jam setelah matahari terbit, serta dua jam menjelang matahari tenggelam dan satu jam setelah matahari tenggelam.

Tips Praktis Memotret Landscape

Satu jam sebelum dan sesudah matahari terbit atau tenggelam merupakan waktu yang bagus untuk merekam suasana. Di waktu ini, kita juga bisa mendapatkan blue hour yang bagus sekali. Sedangkan, dua jam sesudah matahari terbit dan dua jam sebelum matahari tenggelam itu untuk mendapatkan sinar matahari yang paling bagus. Dengan sinar yang lembut keemasan, maka lansekap akan terlihat indah dan sangat menarik.

Selanjutnya, untuk menghasilkan foto lansekap yang sempurna, tentunya kita perlu memotret dengan posisi low angle atau high angle untuk mendapatkan hasil yang berbeda dengan lokasi yang sama. Akan lebih bagus lagi jika kita sedikit menghindari spot yang biasa digunakan banyak orang sehingga hasil foto terlihat seikit berbeda dari foto yang sudah diambil oleh kebanyakan orang.

Untuk mendapatkan foto lansekap yang indah, suasana atau mood juga akan mempengaruhi pembidik foto. Biasanya jika kita baru sampai di spot tersebut di pagi buta dan spot itu jauh dari keramaian orang, serta terlihat sangat cocok seperti yang kita inginan, maka kita akan bersemangat untuk memotret lansekap tersebut. Tentunya dengan mood yang bagus tersebut, kita juga akan melakukan pembidikan secara sempurna. Begitu pun pula dengan suasana di sore hari.

Yang perlu diperhatikan lagi dalam memotret lansekap ini adalah ada baiknya jika Anda mensurvei lokasi terlebih dahulu sehari atau dua hari sebelumnya, sehingga kita dapat mengetahui dimana spot terbaiknya dan juga waktu terbaik kita tiba atau berada di lokasi tersebut. Jika ternyata Anda sudah melakukan survei lokasi dan pada hari pemotretan ternyata cuaca tidak mendukung, maka tetaplah Anda memotret yang setidaknya untuk referensi jika ingin memotret kembali.

Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye

Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye

Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai istilah fotografi satu ini. Nah, disegmen ini DIY Kamera akan mengulas mengenai frog eye dan tips menggunakan komposisi frog eye ini. Komposisi frog eye ini merupakan komposisi fotografi yang dalam bahasa inggrisnya biasa disebut Frog’s Eye View, yaitu sudut pandang kamera dari posisi di bawah subjek. Dalam proses pembidikannya, biasanya kamera (hampir) menyentuh tanah dan kamera di angkat (tilt) ke atas sesuai dengan komposisi yang dikendaki pembidik.

Tips Menggunakan Komposisi Frog Eye

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penggunaaan komposisi frog eye ini, simak tips dari DIY Kamera berikut ini :

Komposisi frog eye biasanya digunakan untuk membuat kesan tinggi atau megah dari objek utama, seperti misalnya gedung, bangunan, tugu, dan lain sebagainya. Selain itu, komposisi frog eye ini juga dapat digunakan untuk mengambil objek fotografi hewan, anak kecil, atau objek yang lebih rendah, sehingga objek yang rendah tersebut akan terkesan tinggi dan lebih sempurna.

Komposisi frog eye ini juga bagus untuk memberi dimensi ke fotografi landscape yang foregroundnya datar, misal padang pasir dan juga dapat dipakai untuk teknik fotografi levitasi, yang dapat memisahkanobjek dengan garis horison. Teknik ini akan sangat membantu jika kamera Anda memiliki layar yang bisa diatur sudutnya. Jika Anda belum memiliki kamera yang lensanya dapat diatur tiap sudutnya, maka Anda dapat menggunakan cara ‘tiarap’ untuk membidik objek tersebut.

Memotret dengan teknik komposisi frog eye ini dapat Anda lakukan dengan lensa tele maupun wide-lens (lensa lebar), tergantung efek foto yang diinginkan. Jika Anda menginginkan objek atau model tetap proporsional, maka Anda dapat menggunakan lensa tele dan kemudian sedikit menjauh. Hal ini agar objek dapat lebih kecil juga. Jika Anda ingin obyek atau model terlihat seperti raksasa, maka Anda harus menggunakan lensa lebar, dengan cara Anda mendekat ke objek atau model, lalu kamera diangkat ke atas atau tilt up.

Sebelum Anda menggunakan teknik foto dengan komposisi Frog’s Eye View ini, sebaiknya Anda harus mencari objek yang menarik dan bernilai untuk difoto. Selanjutnya Anda juga harus berpikir apakah sebaiknya di bagian atas objek atau di bawah objek dan apakah angle sudah pas dengan komposisi yang seimbang. Selamat mencoba!

Tips Memotret Low-Light Tanpa Flash

Tips Memotret Low Light Tanpa Flash

Dalam dunia fotografi digital, kita sering mendengar fotografer yang akan memotret, membutuhkan pencahayan yang cukup, sehingga fotografer tersebut menggunakan flash agar foto yang dihasilkan memiliki pencahayaan terang. Lantas, bagaimana jika seorang fotografer diharuskan memotret sebuah acara atau dalam kondisi tertentu dengan keadaan minim cahaya tanpa diperbolehkan menggunakan flash ? nah, tentunya sang fotografer harus mengguankan teknik tertentu agar hasil gambar tetap maksimal seperti dalam kondisi pencahayaan cukup.

Tentunya tidak hanya fotografer professional saja yang mengalami hal tersebut. Kawan-kawan pastinya juga pernah bukan mengalami hal demikian? Untuk mengatasi hal tersebut, kali ini DIY Kamera akan memberikan tips memotret subjek dalam keadaan minim cahaya (low-light) tanpa menggunakan flash. Simak tips berikut ini !

Tips Memotret Low Light Tanpa Flash

Sebagai langkah awal, pelajari terlebih dahulu karakter cahaya yang ada di sekitar Anda, serta pelajari pula jatuhnya cahaya. Selanjutnya, jika Anda sudah memahami dengan baik jatuhnya cahaya tersebut, gunakanlah ISO dengan pengaturan yang tinggi. Dalam hal ini akan timbul kekhawatiran jika ISO tinggi dan sudah sempurna, tetapi Noise tidak sempurna. Hal ini tentunya akan jadi pertimbangan Anda dan salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan software Noise Reduction, tapi tampaknya Anda akan sedikit repot.

Tak dapat dipungkiri memang, jika ISO tinggi akan memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Jika Anda masih menggunakan Auto ISO, maka kamera secara otomatis akan mendeteksi penggunaan ISO tinggi yang diperlukan. Jika Anda memutuskan untuk meninggikan ISO dan Anda masih mengalami ‘Noise’ atau ‘camera shake’, maka Anda dapat meninggikan ISO dengan  memilih shutter speed lebih cepat.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan lensa cepat (Fast-Lens), akan tetapi tentunya akan menguras kantong seorang fotografer pemula. Untuk itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Tinggikan ISO seperlunya.
  2. Gunakan format RAW ketika akan memotret.
  3. Gunkaan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fast-lens biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
  4. Jika shutter speed yang dihasilkan terlalu rendah, maka Anda dapat menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop sehingga shutter speed dapat meningkat. Lalu rubah exposurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
  5. Gunakan software Noise Reduction untuk mengurangi grain serta noise, jika diperlukan.

 

Selamat mencoba.

 

Tips Membuat Efek Foto Starburst : Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang

Tips Membuat Efek Foto Starburst Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang

Pernahkan Anda melihat sebuah foto yang diambil di malam hari yang terdapat efek seperti bintang berpendar ? Efek tersebut dikenal dengan nama starburst, sehingga membuat hasil foto malam terlihat lebih keren. Kali ini DIY Kamera akan memberikan tips kepada kawan-kawan untuk dapat membuat efek starburst tersebut. Simak  caranya berikut ini !

Tips Membuat Efek Foto Starburst Membuat Lampu Tampak Seperti Bintang

Untuk membuat efek starburst ini, buatlah lensa kamera dengan bukaan sekecil mungkin. Artinya kita sebaiknya menggunakan angka aperture yang besar (f/11 sampai dengan f/22), dan sebaiknya memanfaatkan lensa yang memiliki focal length yang lebih pendek. Hal ini agar cahaya mengalami difraksi (penyebaran) saat melewati lubang sempit, karena sifat penyebaran cahaya inilah yang membuat sumber cahaya (lampu, bulan, matahari) akan terlihat berpendar dan memiliki lidah. Jumlah lidah ini akan bergantung pada jumlah bilah (blade) aperture dalam lensa Anda.

Untuk lebih detailnya, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini :

  1. Gunakan tripod agar kamera dapat kokoh sehingga tidak mengganggu aktivitas pembidikan.
  2. Perhatikan setting kamera, untuk jenis foto yang dibidik di malam hari, gunakan angka f yang besar, f/11 atau yang lebih besar. Setting ISO di angka rendah, di bawah 400, karena akan akan melakukan pemotretan berjenis long exposure. Dalam hal ini Anda juga dapat menggunakan mode manual atau aperture priority, perhatikan angka matering kamera. Untuk pemotretan di malam hari, biasanya ada kecenderungan hasil akan over exposure (terlalu terang), oleh karena itu gunakanlah exposure compensation dibawah 1 stop sebagai awalan, dan setelahnya sesuaikan sesuai kebutuhan.
  3. Setting fokus, dengan angka aperture yang besar sehingga kita tidak perlu pusing memikirkan fokus. Jika ingin mengambil titik fokus manual, pilih infinity.
  4. Manfaatkan highlight alert kamera, yaitu peringatan yang muncul di layar kamera saat kita sedang memotret subyek yang terang, sehingga kita dapat mengetahui seberapa terang subjek tersebut.
  5. Terakhir, mulailah memotret dan jangan malas untuk mengulangnya jika hasil tidak seperti yang diharapkan.

Selamat mencoba.

 

Tips Fotografi Memotret Bulan

Tips Fotografi Memotret Bulan

Memotret satelit bumi, pastinya tidak semudah kelihatannya. Untuk membidik bulan dengan hasil yang indah dipandang mata, baik ketika bulan tersebut penuh maupun tidak penuh (sabit), diperlukan teknik yang tepat agar menemukan eksposur yang tepat. Seperti yang sering dikatakan banyak orang, bahwa memotret lunar atau yang berhubungan dengan bulan itu merupakan fotografi yang mahal. Hal tersebut benar adanya karena untuk mendapatkan foto bulan yang sangat detail, memerlukan lensa tele yang harganya cukup mahal.

Meskipun demikian, jauhkan anggapan tersebut, karena kita juga bisa mendapatkan foto bulan yang fantastis dengan peralatan yang kita miliki. Berikut DIY Kamera akan memberikan tips untuk memotret bulan bagi Anda selayaknya seorang fotografer professional.

Yang harus diperhatikan dalam memotret bulan adalah waktu terbaik untuk membidiknya. Waktu terbaik tersebut yaitu pada saat senja (sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam), karena di waktu tersebut bulan dekat dengan cakrawala. Akan lebih bagus lagi jika ada sisa cahaya di waktu terbaik tersebut sehingga akan menambahkan warna yang menarik di langit dan di awan, tentunya hasil foto akan lebih terlihat atmosfer bulan tersebut.

Tips Fotografi Memotret Bulan

Selain itu, cobalah memotret di malam hari untuk mendapatkan keindahan bulan, caranya yaitu dengan menggunakan lensa panjang. Untuk mendapatkan waktu terbaik, Anda juga dapat menggunakan kalkulator moonrise dan moonset untuk menemukan fase bulan yang diinginkan.

Langkah selanjutnya yaitu jika Anda memiliki lensa tele panjang, gunakanlah lensa yang terpanjang, misalnya 300 mm untuk mendapatkan foto bulan secara detail. Anda juga bisa menggunakan teleconverters untuk mendapatkan foto bulan yang detail.

Jika Anda tidak memiliki lensa tele, Anda dapat menggunakan lensa apapun, bahkan yang memiliki sudut lebar sekalipun. Untuk komposisinya, Anda harus menyesuaikan komposisi yang sesuai. Anda bisa memotret bulan melalui celah tumbuhan atau naik di atas pegunungan untuk mendapatkan siluet yang dapat menambah suasana dan konteks foto.

Gunakan tripod yang kokoh dan stabil agar mengurangi goyangan kamera saat membidik. Ketika membidik, settinglah kamera dengan pengaturan secara manual engan mengatur diafragma f/11, atur kecepatan ISO Kamera sekecil mungkin, misal ISO 100, dan kecepatan rana 1/1250 perdetik. Selain itu, gunakan autofokus kamera Anda untuk fokus di bulan, kemudian beralih ke mode fokus manual untuk mengunci jarak fokus.

Tips Foto Star Trail

Tips Foto Star Trail

Foto star trail merupakan foto dengan hasil pergerakan bintang. Hasil foto tersebut sangat menarik karena begitu banyaknya pemandangan bintang yang terekspos di langit saat malam hari. Mungkin untuk mendapatkan hasil foto dengan bintang yang banyak sangat sulit dilakukan sekarang karena faktor cuaca yang tidak menentu. Tapi akan sangat menarik ketika cuaca pada malam hari sangat cerah dan memperlihatkan ribuan bintang berada di langit yang gelap.

Untuk mendapatkan hasil gambar dengan latar pergerakan bintang atau star trails memang cukup lah mudah, asalkan kamu memperhatikan beberapa cara yang disarankan. Pada dasarnya, foto star trail bisa didapatkan dengan cara memotret long exposure sehingga pergerakan bintang terekam sebagai garis lintasan bintang dalam foto.

Tips Foto Star Trail

Sebelum kamu melakukan pemotretan di alam terbuka untuk mendapatkan hasil star trails maka kamu harus menyiapkan beberapa perlengkapan. Diantaranya adalah tripod, kenapa harus menyiapkan tripod? Sebab, tripod sangat cocok digunakan untuk teknik long exposure sehingga hasil gambar bisa stabil. perlengkapan lain adalah remote atau cable release untuk menghindari shake dari tangan dan jari ketika menekan tombol shutter.

Berikut tips memotret foto star trail yang perlu kamu perhatikan:

  1. Perhatikan komposisi foto yang baik. Pada umumnya, gunakan rule of third yaitu menempatkan tanah di sepertiga bawah foto.
  2. Atur Aperture. Sebenarnya untuk mendapatkan hasil foto star trail hampir sama dengan hasil foto saat malam hari. Pilih aperture (f3,5 atau f2,8)
  3. Atur ISO. Sebaiknya jangan atur ISO terlalu tinggi agar tidak mengahasilkan noise yang terlalu banyak. Atur ISO sekitar 800-1600.
  4. Untuk pengambilan exposure sebaiknya lebih singkat yaitu antara 20-30 detik, kemudian matikan noise reduction. Atur juga intervalometer pada kisaran 3-5 detik karena jika terlalu lama maka jejak bintang akan terputus-putus.

Langkah ini merupakan cara yang paling efektif karena long-exposure membutuhkan waktu yang panjang hingga berjam-jam sehingga cahaya yang masuk ke sensir berintensitas tinggi yang bisa mengakibatkan kerusakan pada kamera digital.

  1. Gabungkan serangkaian foto yang telah kita ambil menggunakan software pengolah gambar.

Setelah pengeditan gambar maka foto star trail sudah bisa kamu nikmati, kamu bisa melakukannya lagi sesuai dengan keinginan kamu.

Tips Foto Dengan Kamera Smartphone

Tips Foto Dengan Kamera Smartphone (emy)

Seperti kita ketahui, membidik foto dengan kamera smartphone, memang tidak akan bisa menyaingi kualitas foto hasil bidikan kamera serius dengan lensa yang mahal seperti DSLR, Mirrorless, dan sebagainya. Kamera smartphone tidak akan bisa membidik secara canggih dengan hasil yang sama dengan kualitas hasil bidikan kamera serius tersebut. Akan tetapi, ada baiknya jika foto yang dihasilkan dari bidikan kamera smartphone ini terlihat bagus dan tidak asal-asalan. Nah, kali ini DIY Kamera akan memberikan tips bagi Anda untuk mendapatkan hasil foto dari smartphone secara lebih optimal sehingga ketika diunggah di sosial media, foto tersebut akan mendapat pujian dari kawan-kawan sosmed Anda.

Jika Anda ingin menciptakan hasil bidikan foto smartphone yang dapat dibanggakan, pertama-tama perlakukan smartphone Anda sebagai sebuah kamera yang serius, meskipun Anda tetap menyadari keterbatasannya. Terapkan semua pengetahuan fotografi yang Anda miliki, dengan konsep yang matang agar foto yang Anda hasilkan juga terkesan matang.

Tips Foto Dengan Kamera Smartphone (emy)

Selanjutnya, Anda juga harus memikirkan komposisi dari foto yang akan Anda bidik. Beruntungnya ketika menyusun komposisi foto yang keren ini tidak mensyaratkan penggunaan DSLR, sehingga Anda pun dapat menerapkan teori komposisi fotografi yang telah Anda pelajari pada saat memotret dengan smartphone Anda.

Setelah selesai membidik, gunakanlah filter untuk menambah daya tarik dari foto yang Anda hasilkan tersebut. Yang perlu Anda ingat bahwa penggunaan filter ini harus pas porsinya dan tidak berlebihan. Selain itu, pahami opsi filter yang ada di smartphone Anda untuk memilih filter mana yang dapat diterapkan di foto Anda.

Perlu kawan-kawan ingat bahwa dengan ukurannya yang mungil, bobot enteng, dan mudah dibawa kemana pun, pastinya ini merupakan salah satu kelebihan smartphone, sehingga dengan kelebihan ini kita bisa memotret dari atas tanah tanpa harus tiarap. Kelebihan lainnya, memotret menggunakan smartphone juga dapat memotret dari sudut yang sempit atau angle ekstrim sekalipun tanpa kesulitan menyusun komposisi.

Terakhir, jangan lupakan pula aplikasi  dari pihak ketiga yang menawarkan fitur lebih baik, salah satunya kontrol exposure yang lebih kaya dan juga fitur filter yang lebih baik dari filter bawaaan kamera smartphone Anda. Manfaatkan aplikasi-aplikasi fotografi yang ada di masing-masing platform tersebut untuk mempercantik hasil foto Anda.

Teknik Panning Dalam Fotografi

Teknik Panning Dalam Fotografi

Salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan pada benda yang bergerak, yaitu dengan cara menggunakan teknik panning. Teknik panning ini dapat dilakukan dengan cara menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik atau sehingga obyek akan tampak fokus, sedangkan background akan tampak kabur atau blur.

Teknik ini biasanya digunakan oleh fotografer handal dalam meliput pertandingan olah raga atau berita. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai teknik panning ini, DIY Kamera akan memberikan tips dan trik mengenai pembuatan foto dengan teknik panning ini.

Pertama-tama siapkan kamera terlebih dahulu dan gunakan mode shutter priority (Tv atau S), sehingga kita dapat mengatur shutter speed di angka yang lebih rendah. Besaran shutter tergantung pada kecepatan gerakan subjek yang akan difoto dan kecepatan relatif subjek terhadap kamera. Untuk pemula, tentunya jika menggunakan teknik ini harus banyak berlatih.

Teknik Panning Dalam Fotografi

Dalam hal ini, jika kita ingin mengambil gambar becak yang sedang berjalan, tentunya tekniknya akan berbeda dibandingkan saat kita akan membidik foto orang yang sedang balapan motor. Apalagi dalam balapan, jika motor melaju lurus, sedang berbelok, dan sebagainya, shutter speed yang digunakan tentu berbeda pula.

Kuncinya adalah, jika objek yang dibidik tampak kurang tajam, maka Anda dapat menaikkan shutter speeed. Saat background blur, maka Anda dapat mengurangi shutter speednya. Contoh shutter speed yang biasa dipakai, antara lain jika orang jogging atau sepedaan, maka shutter speednya bisa 1/20 detik, sedangkan balapan motor atau mobil bisa 1/100 hingga 1/200 detik.

Kedua, ketika foto dipanning, kita dapat menggunakan ataufocus atau pun manual fokus. Untuk pemula, akan lebih bagus jika menggunkaan Auto Fokus mode ke AF-C atau Al Servo  (Canon). Mode ini dapat kita gunakan ketika kita harus mengikuti subjek foto yang berpindah posisi.

Terakhir, yang tak kalah penting adalah kita harus memastikan ruang yang cukup agar kamera dan lensa bisa mengikuti arah gerakan subyek tanpa ada benda atau orang yang menghalangi kita saat akan membidik subjek tersebut. Agar subjek tetap terlihat tajam, cara yang dapat dilakukan adalah gerakkan lensa dengan tenang dan stabil dan arahnya horizontal, dari kiri ke kanan, atau sebaliknya.

Pilih objek yang memiliki background yang cerah dan memiliki warna-warna yang menarik, serta tentunya memungkinkan fokus terarah pada subjek untuk mendapatkan foto panning yang maksimal.

Perbandingan Ukuran Kamera DSLR Full Frame Nikon

Perbandingan Ukuran Kamera DSLR Full Frame Nikon

Kamera full frame sepertinya menjadi daya tarik saat ini untuk hasil yang lebih indah. Yang sangat jelas dari perbedaan kamera full frame dengan jenis kamera lainnya adalah dengan ukuran sensornya yang jauh lebih besar. Selain itu, penggunaan kamera full frame yang paling dirasa adalah penggunaan lensa dan ISO. Maka dari itu, biasanya fotografer akan lebih menyukai penggunaan kamera full frame karena bisa menyajikan view yang lebih besar.

Dan Nikon kembali meluncurkan kamera full frame yang bisa kamu gunakan untuk menangkap gambar dengan kualitas yang bagus. beberapa kamera yang sempat diluncurkan Nikon diantaranya adalah D800, D610 dan DF. DF merupakan kamera yang paling baru diluncurkan oleh Nikon untuk kelas kamera full frame. Tampilan dari DF juga berbeda dengan kamera full frame dari Nikon lainnya yang lebih ramping, dan terkesan retro. Namun, pada umumnya perbedaan dari kamera full frame ini tidaklah cukup signifikan. Akan tetapi, disini akan dijelaskan beberapa perbedaan kamera tersebut untuk memudahkan kamu dalam memilih kamera yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kamu.

Perbandingan Ukuran Kamera DSLR Full Frame Nikon

Adapun perbedaan Kamera Full Frame Nikon sebagai berikut:

  1. Resolusi Kamera

Jika dilihat dari resolusi kamera yang digunakan oleh beberapa kamera full frame Nikon sudah memberikan perbedaan yang cukup mencolok. Untuk kamera Nikon D800 menyajikan resolusi kamera dengan ukuran yang paling besar daripada yang lainnya yaitu 36.3 MP. Sedangkan untuk D610 24.7 MP dan DF 16.6 MP.

  1. Titik Fokus

Titik fokus memiliki peran yang sangat penting pada kamera, pasalnya semakin banyak titik fokus pada kamera maka semakin leluasa dalam memilih bagian pemandangan yang akan difokuskan. Titik foklus juga memungkinkan untuk memberikan lebih tinggi kepada sendor gambar untuk mengidentifikasi bagian yang teoat untuk difokyskan dalam mode otomatis yang lebih banyak. Untuk titik fokus pada kamera full frame Nikon, D610 dan DF memiliki titik fokus yang sama yaitu 39, sedangkan kamera D800 jauh lebih banyak yaitu 51.

  1. ISO Maksimal

ISO maksimal pada kamera Nikon memiliki perbedaan namun perbedaan tersebut tidaklah terlalu jauh yaitu DF: 3278 ISO, D610: 2925 ISO sedangkan D800: 2853 ISO.

  1. Kualitas Gambar

Salah satu yang meberikan pengaruh yang cukup banyak bagi penggemar kamera adalah kualitas gambar yang dihasilkan. Kualitas gambar suatu perangkat secara keseluruhan ditentukan oleh jeluk warna, jarak dinamis dan kinerjanya dalam cahaya redup. Untuk kualitas gambar antara D610 dan D800 hampir sama yaitu diangka 94 sedangkan DF diangka 89.

Demikian perbandingan kamera full frame Nikon yang bisa kamu jadikan sebagai bahan rujukan dalam memilih kamera full frame yang sesuai dengan kebutuhan kamu

Pengertian Ruang Negatif

Pengertian Ruang Negatif

Tidak semua orang memahami dan mengerti dengan yang dimaksud ruang negatif. Ruang negatif atau dikenal dengan white space sangat dimanfaatkan oleh banyak fotografer untuk mendapatkan hasil gambar yang maksimal. Bahkan dengan memanfaatkan ruang negatif ketika saat memotret akan menghasilkan karya seni yang berkelas. Ruang negatif ini tidak terikat, tidak terencana atau pun tidak dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan karena kamu hanya bisa mendapatkan pada tempat dan waktu tertentu saja.

Ruang negatif merupakan ruang yang mengelilingi objek utama sebuah foto. Misalkan jika kamu memotret burung diantara langit biru yang luas maka yang menjadi ruang negatif adalah langit tersebut karena sasaran memotret kamu adalah burung tersebut.

Pengertian Ruang Negatif

Ruang negatif memang tidak terbatas jika digunakan untuk kebutuhan seni namun sebaliknya ruang negatif tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi salah satu elemen yang penting karena hasilnya yang lebih menarik perhatian dengan fokus ke satu objek saja. Terutama dalam dunia fotografi, pemanfaatan ruang negatif justru banyak digunakan oleh fotografer untuk menghasilkan karya seni yang berbeda. Untuk mendapatkan ruang negatif maka kamu harus sabar menunggu momen yang tepat untuk mendapatkan hasil foto yang apik.

Ruang negatif dalam fotografi bertujuan untuk menobnjolkan objek utama foto sehingga mata akan terfokus pada objek tersebut. Jika kamu menggunakan ruang negatif ini dengan benar maka kamu akan menemukan keseimbangan yang harmonis dengan ruang positif. Memang untuk mendapatkan keseimbangan ini sedikit sulit untuk dilakukan, namun apabila kamu berlatih maka kamu akan terbiasa untuk mendapatkan hasil gambar yang seimbang.

Lalu bagaimana cara menggunakan ruang negatif dalam fotografi?

Untuk mendapatkan hasil gambar dengan ruang yang seimbang antara negatif dan positif maka yang perlu kamu perhatikan adalah komposisi foto. Jadi ketika kamu mengatura komposisi foto maka atur ruang positif dan ruang negatif yang akan kamu jepret. Tidak semua hasil yang menarik bisa kamu masukkan jika menginginkan ruang negatif sebagai dominasi pada jepretan kamu. sebaiknya memperhatikan komposisi foto dengan baik sehingga hasilnya pun akan lebih maksimal.

Foto yang bagus memang memiliki banyak pandangan, salah satunya adalah gambar yang seimbang. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil gambar yang seimbang kamu harus mengenal dengan baik ruang negatif. Penggunaan ruang negatif merupakan salah satu elemen yang penting dalam dunia fotografi yang digunakan pada kompisisi artistik yang akan membantu mendefinisikan objek dengan jelas.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!