Author: Dani Cokroatmojo

Pengertian Fotografer dan Fotografi

Pengertian Fotografer Dan Fotografi

Diantara kita pasti sudah tidak asing dengan istilah fotografer dan fotografi, namun tahu kah pengertian dari fotografer dan fotografi? Walaupun kita selalu mendengar istilah tersebut namun tidak menutup kemungkinan masih tidak mengerti secara harfiah atau termonologi dari fotografer dan fotografi. Baiklah untuk pembahasan pertama, akan mengulas mengenai pengertian fotografer.

Pengertian Fotografer

Fotografer menurut kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai tukan potret atau juru foto. Tentu definisi diatas masih sangat sederhana namun belum memberikan penjelasan secara rinci. Sedangkan menurut Wikipedia, fotografer merupakan orang-orang yang membuat gambar dengan cara menangkap cahaya dari subjek gambar dengan kamera maupun peralatan fotografi lainnya dan biasanya untuk memotret diperlukan teknik sehingga bisa menghasilkan karya seni yang bagus dan berusah mengembangkan ilmunya tersebut.

Pengertian Fotografer Dan Fotografi

Pengertian fotografi memang memberikan banyak definisi, dan jika dilihat dari sekarang fotografer dibedakan menjadi dua yaitu fotografer amatir dan pro. Pada umumnya amatir disematkan dengan pengertian orang yang hanya menyukai sesuatu sedangkan pro disematkan kepada orang yang ahli dalam suatu bidang dan bisa menghasilkan uang. Namun istilah ini menjadi kabur dan tidak tepat, namun pada intinya bahwa fotografer amatir bisa dianggap dengan fotografer yang hanya sekedar hobi saja yang mana hanya mengabadikan sebuah momen dalam bentuk fotor. Sedangkan fotografer fro bisa dibilang sebagai profesi karena sudah menjadi bidangnya dan bertanggung jawab untuk menghasilkan karya seni yang bisa dikonsumsi oleh khalayak.

Pengertian Fotografi

Fotografi sangat melekat dengan fotografer yang mana masih berhubungan dengan foto. Namun apa pengertian yang sebenarnya dari fotografi? Baiklah, fotografi pada umumnya merupakan aktivitas untuk mendapatkan hasil gambar yang ditangkap menggunakan kamera. Sedangkan menurut Wikipedia, fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani uairu “Photos”: cahaya dan “Grafo”: Melukis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.

Namun juga ada beberapa ahli yang mendefinisikan fotografi dengan beberapa pengertian. Seperti Daniek G Sukarya yang mengartikan bahwa belajar fotografi adalah belajar melihat. Sedangkan menurut Muchael Langford mengartikan bahwa pada dasarnya fotografi adalah kombinasi imanjinasi dan desain visual, ketrampilan, kerajinan dan kemampuan pengorganisasian secara praktis.

 

Mode Eksposure Pada Kamera DSLR dan Mirrorless

Mode Eksposure Pada Kamera DSLR Dan Mirrorless

Setiap kamera digital, baik itu DSLR, kamera mirrorless, atau kamera canggih lainnya, pastinya terdapat pilihan mode operasi kamera seperti Auto untuk otomatis, P untuk Mode Program, S atau Tv untuk Mode Shutter Priority, A atau Av untuk Mode Aperture Priority, M untuk Mode Manual, dan Scene untuk mode otomatis yang disesuaikan dengan opsi jenis objek yang akan di foto. Mari kita kupas pilihan mode kamera tersebut.

Mode Eksposure Pada Kamera DSLR Dan Mirrorless

Mode Auto

Mode ini biasanya ditandai dengan ikon kamera berwarna hijau disertai huruf A. Fungsi mode ini adalah untuk menganalisis objek yang kita foto lalu menentukan semua setelan kamera. Biasanya mode ini disebut mode point and shoot (bidik lalu jepret) tanpa harus ribet mengubah apa pun. Sayangnya hasil foto dalam mode ini bisa dikatakan tidak maksimal karena kamera akan menentukan ukuran ISO, Shutter Speed, Aperture menggunakan alur kerja komputer yang ditentukan oleh pembuat kamera berdasarkan kondisi cahaya saat kita menekan shutter. Mode cocok dipakai ketika pembidik terburu-buru sehingga tidak memiliki waktu untuk men-setting kamera dan juga bagi pemula yang belum paham konsep exposure.

Mode Scene

Mode ini berfungsi sebagai pilihan mode pada waktu kita memilih tipe objek atau pemandangan tertentu yang akan kita foto. Misal kita ingin memotret objek (orang), putar roda mode ke posisi Scene, lalu pilih Portrait. Mode ini lazim digunakan pada situasi pemotretan tipikal. Mode ini sangat cocok digunakan pada jenis situasi diantaranya yaitu portrait, ladscape, macro (close up), sports (objek yang bergerak cepat), night portrait, sunset/sunrise, fireworks, beach/snow, dan beberapa opsi mode Scene lainnya.

Mode Program (P)

Ketika berada di Mode Program (P) kamera akan secara otomatis menentukan besar setelan shutter speed kamera. Walaupun demikian, kita bisa mengubah kombinasi aperture atau shutter speed. Kamera akan berusaha menyeimbangkan antara shutter dan aperture jika kita mengarahkan lensa ke area yang lebih terang, maka secara otomatis angka aperture akan membesar sementara shutter speed dipertahankan di angka yang lumayan cepat. Arahkan dial kamera ke kiri untuk memperlambat shutter speed dan menambah aperture.

Mode Shutter Speed Priority (S atau Tv)

Dalam mode ini, secara manual akan mengatur nilai shutter speed dan kamera yang secara otomatis memilih nilai aperture berdasarkan jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Mode ini biasa dipakai untuk membekukan gerakan objek yang bergerak cepat (butuh shutter speed tinggi) atau untuk menciptakan foto blur (butuh speed rendah). Begitu pula saat kita ingin menggunkan teknik foto panning. Jadi di mode shutter priority ini nilai shutter speed akan konstan (tidak berubah, sesuai setting kita, sementara nilai aperture akan bervariasi tergantung jumlah cahaya.

Mode Aperture Priority (Anda atau Av)

Dalam mode ini, kita menentukan besar setelan apaerture secara manual dan kamera akan menentukan besaran shutter speed sesuai jumlah cahaya yang masuk lensa. Dengan mode ini, kita mengontrol penuh depth of field (ruang tajam), karena kita bisa menurunkan atau menaikkan bukaan lensa dan membiarkan kamera yang menghitung shutter speed. Mode ini akan mengantisipasi risiko foto under-exposed (gelap) atau over-exposed (terlalu terang).

Mode Manual

Mode ini menentukan besar aperture dan shutter speed kamera secara manual sepenuhnya. Kamera hanya akan melakukan pengukuran cahaya dan memberi rekomendasi lewat skala metering.  Mode ini berguna ketika akan memotret objek foto yang pencahayaannya terlalu, dan saat kita memotret panorama, yakni supaya terjadi konsistensi.

Mode Bulb

Mode bulb merupakan salah satu setting khusus kamera dimana kita bisa menggunakan shutter speed di atas 30 detik, atau bahkan bisa menggunakan shutter speed selama yang kita mau. Biasanya angka shutter speed bisa jauh melebihi angka 30 detik.

Kurva dalam Fotografi

Kurva Dalam Fotografi

Dalam fotografi, kurva (garis melengkung) merupakan salah satu bentuk yang dapat menambah daya tarik visual sebuah foto.  Mengapa demikian ? karena bentuk kurva tersebut dinamis, anggun, luwes dan dapat dianggap sebagai bentuk yang seksi. Bentuk kurva itu sendiri dapat kita temui dalam banyak hal, untuk kurva alami antara lain yaitu tubuh model, garis pantai, aliran sungai yang dilihat dari atas, ujung dedaunan, kelopak bunga, kerang, dan lain sebagainya.

Jika kita perhatikan, bentuk kurva ini, baik alami maupun buatan manusia, sering kita temui sehari-hari dalam berbagai situasi. Objek buatan manusia yang memiliki elemen kurva yang kuat, dapat kita lihat dalam pemandangan sehari-hari misalnya jalan layang, tangga, rel kereta, konstruksi gedung, sudut jam dinding, grafik, busur panah, dan lain-lain. Selain itu, jika kita jeli memperhatikan, bentuk kurva ini pun dapat muncul di tempat-tempat yang tak terduga.

Kurva Dalam Fotografi

Salah satu cara memperoleh foto yang bagus adalah dengan cara mencari kurva yang tersedia di sekitar kita, baik kurva alami maupun buatan manusia. Selanjutnya kita dapat memotret kurva  dengan sudut yang tepat agar kurva itu dapat menjadi penopang foto yang akan kita hasilkan tersebut.

Yang paling sering digunakan dalam fotografi adalah kurva berbentuk huruf “S” atau yang biasa disingkat kurva-S. Contohnya adalah sungai yang berkelok-kelok dan jalan pegunungan yang berliku, merupakan subjek ideal untuk menghasilkan komposisi ini. Dapat pula ditambah mobil dan pohon untuk menambah aksen. Dengan garis-garis berbentuk kurva ini maka akan menambah kesan pergerakan pada gambar yang tadinya statis, bisa menjadi lebih dinamis serta dapat menghadirkan kedalaman perspektif dari foto tersebut.

Teknik ini juga bisa diterapkan pada subjek yang tidak berbentuk huruf “S”, contohnya yaitu daun. Daun yang tumbuh pada pohon dapat menyerupai huruf “S”. Disamping lansekap alami, komposisi kurva “S’ juga dapat diterapkan pada aksesori pemotretan dan benda kecil lainnya. Jika Anda tidak memiliki benda apa pun yang bentuknya huruf “S”, cukup dengan mengaturnya agar membentuk huruf “S”, sehingga benda tersebut terlihat tidak monoton.

Kesalahan Sederhana Saat Memotret

Kesalahan Sederhana Saat Memotret

Dalam memotret kadangkala kita mengalami kesalahan yang akhirnya berujung pada hasil gambar. Kesalahan tersebut sangat sering dilakukan oleh orang awam atau pun orang yang sudah ahli sekalipun. Kesalahan dalam memotret tidak hanya terjadi ketika kamu menggunakan kamera khusus seperti DSLR maupun kamera smartphone. Maka dari itu, ketika kamu sudah mendapatkan objek yang akan kamu bidik sebaiknya kamu jangan ragu-ragu untuk menekan tombol shutter sehingga hasilnya tidak goyang atau blur. Tentu dengan mengulang pengambilan gambar akan membuang waktu sehingga yang sebenarnya kamu bisa mengambil beberapa objek, pada saat itu kamu hanya bisa mengambil satu objek karena kamu terlalu fokus untuk mendapatkan gambar yang bagus dengan mengulangi kesalahan yang sama.

Kesalahan pada foto memang bisa dikaburkan dengan pengeditan melalui photoshop, namun akan lebih baik kamu mengetahui beberapa hal yang bisa membuat kamu menghindari kesalahan ketika memotret.

Kesalahan Sederhana Saat Memotret

  1. Hindari Untuk Menggunakan Mode Yang Sama

Mungkin diantara kita juga sering melakukannnya yaitu menggunakan mode yang sama untuk segala kondisi. Jika menginginkan hasil gambar saja mungkin cara ini bisa kamu lakukan namun jika kamu menginginkan hasil yang bagus dan mengurangi kesalahan dalam memotret sebaiknya kamu menyesuaikan mode sesuai dengan kondisi objek yang kamu inginkan. hal ini akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

  1. Perhatikan Komposisi Objek

Lagi-lagi memperhatikan komposisi objek dengan benar. Kita seringkali mengabaikan komposisi objek dan alhasil foto terlihat aneh dan janggal. Kenali objek dan pengaplikasian komposisi yang tepat sehingga hasil gambar lebih cemerlang.

  1. Jangan Andalkan Filter pada Kamera

Memang filter pada kamera akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan hasil gambar yang menarik namun kadang pula dengan filter malah akan mengurangi kualitas dari foto tersebut. Sesuaikan filter dengan foto yang kamu jepret sehingga akan menghasilkan tampilan yang lebih apik.

  1. Hindari Bergerak Setelah Memotret

Nah, mungkin kesalahan ini sering kali terjadi sama kalian, terutama bagi kamu yang mengenal teknik penggunaan kamera lebih mendalam. Banyak kita jumpai ketika sudah menekan shutter langsung menggerakkan kamera, hasilnya gambar akan terlihat blur. Maka dari itu sebaiknya untuk berhenti sejenak ketika sudah menekan tombol shutter agar kamera memproses objek tersebut.

  1. Hindari sesuatu yang mengganggu pandangan

Untuk mendapatkan hasil yang apik dan lebih terkesan berseni, sebaiknya sebelum memotret kamu memperhatikan sekitar objek kamu. jangan sampai meninggalkan gambar dengan disamping, dibelakang atau disekelilingnya terdapat sesuatu yang mengganggu pandangan dan mengurangi kualitas gambar misal seperti sampah, serangga terbang dsb.

High Speed Photography Menggunakan Smartphone

High Speed Photography Menggunakan Smartphone

High speed photography merupakan teknik yang digunakan untuk mengcupter objek yang tidak tertangkap oleh mata. High speed photography memang khusus digunakan untuk memotret objek dengan kecepatan yang tinggi jika kita tidak bisa mendapatkan gambar tersebut biasanya hasil gambar akan terlihat blur. Maka diperlukan teknik ini agar bisa menangkap objek yang tidak bisa ditangkap oleh mata tersebut seperti pecahan balon air, air hujan, atau benda yang jatuh.

High Speed Photography Menggunakan Smartphone

Teknik ini biasanya banyak dilakukan menggunakan kamera profesional karena kamu bisa mengaturnya sesuai dengan yang kamu inginkan. Bahkan kamera saat ini jauh lebih mudah karena sudah memberikan berbagai macam fitur kamera yang mempermudah penggunanya. Namun, teknik ini ternyata sudah bisa dilakukan menggunakan kamera smartphone. Ya, selain digunakan untuk kebutuhan komunikasi saja, kegunaan smartphone saat ini lebih menyasar pada lini fotografi dengan fitur-fitur yang mumpuni untuk aktivitas tersebut. Namun tetap saja, walaupun menggunakan kamera smartphone kamu harus menggunakan bantuan fitur lain.

Untuk menggunakan teknik high speed photography memang tidak bisa mengandalkan kamera pada smartphone saja melainkan kamu butuh beberapa hal yang mendukung teknik tersebut. Berikut yang perlu kamu lakukan untuk mendapatkan gambar dengan teknik high speed photography:

  1. Gunakan App yang bisa kamu dapatkan di Play Store

Tentu kamera smartphone sangat berbeda dengan kamera pada umumnya maka diperlukan sebuah aplikasi yang menunjang kamera smartphone menyerupai kinerja dari kamera profesional. Kamu bisa menggunakan app “FAST BURST CAMERA”, kamu cukup mendownloadnya melalui Play Store kemudian gunakan sesuai petunjuk dari aplikasi tersebut. Dengan aplikasi ini kamu bisa menangkap 30 frame foto sekaligus dalam sedetik.

  1. Persiapkan objek

Pilih objek yang memiliki pergerakan yang cepat sehingga memungkinkan kamu untuk mendapatkan gambar yang sesuai kamu inginkan. Kamu bisa mengambil gambar air hujan, benda jatuh atau sesuatu lainnya.

  1. Potret tepat pada objek yang kamu inginkan, kemudian foto objek tersebut menggunakan aplikasi Fast Brust yang kamu download tersebut.

Cara Menggunakan Teknik Back Button Focus di Kamera DSLR

Pada umumnya, kita sering mengunci fokus dengan memencet tombol shutter separuh. Akan tetapi jika kita melihat cara kerja fotogafer professional, mereka biasanya akan memanfaatkan tombol AF-ON untuk mengunci fokus. Teknik fokus ini disebut “back button focus”, yang memanfaatkan tombol yang ada di belakang, bukan tombol shutter di depan.

Back button focus tersebut merupakan fitur autofocus dengan memanfaatkan tombol tertentu dibagian belakang kamera, biasanya AF-ON atau (*) dan biasanya ditekan dengan jempol kanan pada kamera DSLR. Jika tidak ada fitur tersebut, Anda dapat melakukan setelan khusus di pengaturan menu kamera.

Cara Menggunakan Teknik Back Button Focus Di Kamera DSLR

Dengan menekan tombol AF-ON ini, kita tidak perlu lagi memencet tombol shutter separuh dan kita bisa melakukan komposisi ulang (recompose)  saat memotret obyek diam atau melakukan tracking saat memotret objek bergerak. Ketika kita sudah siap mengambil foto maka kita tinggal pencet tombol shutter penuh tanpa melepas tombol AF-ON.

Back button focus ini sangat bermanfaat ketika kita menggunakan mode autofokus continuous atau tracking objek bergerak, serta saat kita melakukan recompose. Selain itu, juga sangat membantu ketika memotret anak-anak kecil yang terus bergerak atau event olahraga, foto portrait, ketika kamera “bingung” memilih fokus, dan pada saat kita menginginkan foto yang sangat tajam.

Bagi yang memiliki kamera Canon, seperti Canon 5D Mark III, 6D atau 7D Mark II, tombol AF-On sudah tersedia. Untuk mengaktifkan teknik back button focus secara penuh, yang harus kita lakukan adalah mematikan fungsi autofokus di tombol shutter.

Jika kamera Canon Anda belum memiliki tombol AF-ON, Anda bisa memanfaatkan tombol aterik (*) atau tombol AE-L untuk menjadi AF-ON. Mekanisme pengaturannya yaitu pertama-tama posisikan roda mode operasi di salah satu PSAM, jangan Auto agar kita bisa masuk ke Custom Controls. Selanjutnya tekan tombol Menu lalu gunakan Main Dial untuk memilih Custom Controls, lalu pilih “Shutter/AE Lock Button”. Dari sini pilihan akan bervariasi tergantung pada kamera. Yang perlu diingat, angka sebelum garis miring menunjukkan tombol shutter, sedangkan anghka setelah garis miring menunjukkan tombol asterik (*) atau AE-Lock. Intinya, Anda ingin mengubah kombinasi fungsi tombol Shutter/AE-Lock menjadi Metering start/Meter + AF Start.

Bagi Anda yang memiliki kamera Nikon, tombol AF-ON sudah disediakan di belakang dan cara mengaktifkan back button focus ini caranya yaitu masuk ke menu, lalu masuk Custom Setting Menu (ikon pensil), lalu ke bagian autofokus. Carilah AF activation lalu pilih AF-ON, lalu tekan OK. Untuk kamera Nikon tanpa tombol AF-ON di belakang, cara men-settingnya yaitu masuk ke Menu, lalu Custom Settings, lalu Controls. Pilih Assign AE-L/AF-L button, lalu geser ke bawah ke AF-ON, tekan OK. Tombol AE-L/AF-L yang ada di belakang tersebut, sudah berubah fungsi menjadi AF-ON sehingga bisa menggunakan teknik back button focus.

Cara Mengasah Kemampuan Komposisi Dalam Fotografi

Salah satu perbedaan yang membedakan antara fotografer handal dengan pemotret biasa adalah kejelian dalam menangkap komposisi foto yang akan dihasilkannya. Cara paling ampuh untuk mengasah salah satu teknik fotografi ini adalah dengan memperbanyak latihan karena untuk mahir dalam teknik komposisi ini tidak akan didapat hanya dengan latihan satu hari saja.

Cara Mengasah Kemampuan Komposisi Dalam Fotografi

Berikut DIY Kamera berikan tips praktis yang dapat Anda gunakan untuk dapat mengasah kemampuan komposisi fotografi Anda.

  1. Gunakan hanya satu lensa

Dalam hal ini tentunya panjang focal lensa sangat berpengaruh pada hasil sebuah foto secara visual. Paksalah diri Anda memakai lensa tersebut dalam periode waktu yang cukup untuk memahami lensa tersebut dan juga untuk mengetahui bagaimana lensa itu akan mewujudkan visi foto kita.  Idealnya, gunakan cukup satu lensa prime selama sebulan misalnya. Jika Anda hanya punya lensa zoom, kuncilah lensa dengan menggunakan selotip pada satu panjang focal. Apabila Anda mempunyai banyak lensa, kenalilah masing-masing lensa tersebut dalam jangka waktu yang cukup sehingga Anda dapat memahami sifat masing-masing lensa tersebut.

  1. Belajar membuat foto hitam putih

Salah satu elemen komposisi adalah warna, dan seringkali warna ini mendominasi foto. Elemen lainnya yaitu garis, pola, dan lainnya menjadi kabur dan susah di apresiasi. Untuk sementara, singkirkan elemen warna dari foto agar kita dapat menyusun foto dengan hati-hati sehingga hasil foto akan tampak bagus. Sesekali pelajari pula pemanfaatan elemen lain selain warna seperti garis, tekstur, pola, dan lain-lain, sehingga mata kita dapat jeli mencari elemen-elemen komposisi tadi.

  1. Mencari pola berulang

Pola atau pattern, dapat diartikan sebagai pengulangan. Pengulangan dalam hal ini bisa didefinisikan sebagai pengulangan bentuk, garis, warna, benda atau objek, dan pengulangannya dalam format yang teratur.

  1. Mencari garis

Garis lurus atau horizontal yang terentang dari satu sisi foto ke sisi yang lain tentunya akan memberikan rasa aman, sedangkan garis diagonal akan memberikan kesan dinamis. Kurva, garis lengkung, juga tentunya akan memberikan kesan dinamis, anggun, dan luwes. Dalam foto landscape, garis-garis tersebut harus dicari dan dapat digabungkan, misalnya antara garis lurus dan garis lengkung, sehingga dapat memberikan kesan landscape yang anggun dan megah sekaligus.

  1. Ruang negatif

Ruang negatif ini dapat memperkuat objek utama dan sering dimanfaatkan oleh fotografer professional. Dengan luas dan sepinya ruang negatif tersebut, maka mata kita akan bisa terfokus pada objek utama yang menonjol meskipun objek tersebut ukurannya kecil. Dengan memperkuat objek utama, pastinya sebuah foto akan lebih mudah untuk dicerna dan dinikmati.

Selamat mencoba.

Cara Membuat Foto Jejak Lampu Dari Dalam Mobil

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, bahwa foto jejak lampu atau light trails merupakan salah satu teknik yang sering dilakukan oleh fotografer bahkan orang awam sekalipun. Maka dari itu, untuk menghasilkan foto dari kumpulan garis cahaya tersebut dibutuhkan teknik yang tepat dan benar. Pada umumnya, untuk menghasilkan foto banyak orang melakukan di tempat terbuka seperti pinggir jalan atau rooftop suatu bangunan. Namun, tidak hanya di tempat yang terbuka  saja melainkan juga bisa kamu lakukan didalam mobil. Lalu bagaimana caranya jika menginginkan foto jejak lampu didalam mobil?

Cara Membuat Foto Jejak Lampu Dari Dalam Mobil

Hal yang perlu kamu ingat sebelum menjepret di dalam mobil, kamu harus menyiapkan tripod agar hasilnya tidak kabur dan akan lebih menghasilkan gambar yang optimal. Selain itu, bersihkan kaca dari segala kotoran yang mengganggu atau yang bisa menutup pandangan seperti bekas minyak, stiker dll

Baiklah, berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan untuk mendapatkan foto jejak lampu di dalam mobil dengan cara yang benar:

  1. Atur aperture awal sekitar f/8, selebihnya kamu bisa mengaturnya sesuai dengan keinginan kamu. jika kamu mengatur aperture lebih besar maka kemungkinan intensitas lampu yang akan kamu dapatkan akan lebih terang, begitu pula dengan sebaliknya. Maka dari itu, aperture dengan aturan awal bisa lebih konstan ketika digunakan untuk mengambil gambar jejak lampu
  2. Manfaatkan lensa yang lebar agar komposisi foto juga lebih maksimal
  3. Sebaiknya atur ISO serendah mungkin agar tidak terlalu terang (over exposure)
  4. Gunakan shutter speed sekitar 3-5 detik, jika waktu exposure panjang maka hasil foto jejak lampu akan semakin panjang. Selama pengambilan gambar sebaiknya gunakan lampu mobil asli yang sedikit redup sehingga hasilnya tidak akan terang
  5. Perhatikan kecepatan mobil ketika kamu akan mengambil foto jejak lampu. Semakin pelan kecepatan mobil maka hasil foto jejak lampu juga akan semakin lembut dan teratur dengan baik. Maka dari itu, selama pengambilan gambar sebaiknya kendalikan mobil dalam kecepatan yang pelan dan sama.

Belajar Komposisi Framing pada Fotografi

Terkadang dalam melakukan aktivitas fotografi, baik itu fotografi pemula maupun fotografer professional, sering melupakan tentang komposisi fotografi atau komposisi framing fotografi. Kadang, banyak orang lebih terfokus pada hal-hal teknis seperti settingan kamera dan lain sebagainya. Padahal, jika kita menggunakan teknik ini dengan pengaturan komposisi yang sesungguhnya, kita dapat menonjolkan objek utama sehingga akan menunjang keberhasilan foto yang kita buat.

Seperti kita semua ketahui, bahwa kamera sebagus dan semahal apa pun itu, jika pembidiknya tidak optimal dalam mengkomposisi fotonya, maka hasilnya tidak akan sempurna. Sebaliknya, jika kamera yang digunakan tergolong kamera standar tetapi jika fotografernya dapat menggunakan teknik komposisi yang baik, tentunya foto yang dihasilkan akan memuaskan setiap mata yang melihatnya, sehingga kedua hal tersebut harus dimiliki.

Belajar Komposisi Framing Pada Fotografi

Dalam hal ini komposisi, secara sederhana dapat diartikan sebagai cara menyusun elemen-elemen dalam gambar, dimana elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang, dan gelap. Framing, merupakan salah satu komposisi fotografi yang populer digunakan baik dalam fotografi landscape maupun fotografi lainnya. Secara definisi, framing juga bisa diartikan membingkai objek POI (Point of Interest) dengan elemen yang ada di sekitar.

Salah satu manfaat digunakannya komposisi framing ini yaitu siapa pun yang melihat foto tersebut akan terpusat pada objek di foto tersebut. Selain itu, teknik ini juga akan memberikan efek ruang tajam pada foto yang dihasilkan. Dengan komposisi framing ini, fotografer yang kreatif pastinya akan memberikan kesan menakjubkan pada foto yang dihasilkannya.

Framing ini tidak selalu berbentuk segi empat seperti bingkai foto, tetapi juga bisa dalam bentuk lainnya seperti lingkaran, oval, acak-acakan seperti daun, dan bentuk tidak simetris lainnya. Dalam menggunakan framing ini, kuncinya adalah gunakan imajinasi Anda. Tentunya yang harus diperhatikan juga adalah jangan sampai bingkai ini mengganggu objek POI dan elemen yang ada di sekitar, sehingga mata penonton dapat fokus pada objek POI.

Biasanya, foto-foto keren dengan teknik ini, menggunakan framing yang kreatif dari ranting pohon, jendela, hingga bangunan yang ada di sekitarnya. Sang fotografer pastinya harus kreatif dalam berimajinasi dengan framing yang ada di sekitar tersebut.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!