Tips Memotret Low-Light Tanpa Flash

Tips Memotret Low Light Tanpa Flash

Dalam dunia fotografi digital, kita sering mendengar fotografer yang akan memotret, membutuhkan pencahayan yang cukup, sehingga fotografer tersebut menggunakan flash agar foto yang dihasilkan memiliki pencahayaan terang. Lantas, bagaimana jika seorang fotografer diharuskan memotret sebuah acara atau dalam kondisi tertentu dengan keadaan minim cahaya tanpa diperbolehkan menggunakan flash ? nah, tentunya sang fotografer harus mengguankan teknik tertentu agar hasil gambar tetap maksimal seperti dalam kondisi pencahayaan cukup.

Tentunya tidak hanya fotografer professional saja yang mengalami hal tersebut. Kawan-kawan pastinya juga pernah bukan mengalami hal demikian? Untuk mengatasi hal tersebut, kali ini DIY Kamera akan memberikan tips memotret subjek dalam keadaan minim cahaya (low-light) tanpa menggunakan flash. Simak tips berikut ini !

Tips Memotret Low Light Tanpa Flash

Sebagai langkah awal, pelajari terlebih dahulu karakter cahaya yang ada di sekitar Anda, serta pelajari pula jatuhnya cahaya. Selanjutnya, jika Anda sudah memahami dengan baik jatuhnya cahaya tersebut, gunakanlah ISO dengan pengaturan yang tinggi. Dalam hal ini akan timbul kekhawatiran jika ISO tinggi dan sudah sempurna, tetapi Noise tidak sempurna. Hal ini tentunya akan jadi pertimbangan Anda dan salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan software Noise Reduction, tapi tampaknya Anda akan sedikit repot.

Tak dapat dipungkiri memang, jika ISO tinggi akan memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Jika Anda masih menggunakan Auto ISO, maka kamera secara otomatis akan mendeteksi penggunaan ISO tinggi yang diperlukan. Jika Anda memutuskan untuk meninggikan ISO dan Anda masih mengalami ‘Noise’ atau ‘camera shake’, maka Anda dapat meninggikan ISO dengan  memilih shutter speed lebih cepat.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan lensa cepat (Fast-Lens), akan tetapi tentunya akan menguras kantong seorang fotografer pemula. Untuk itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Tinggikan ISO seperlunya.
  2. Gunakan format RAW ketika akan memotret.
  3. Gunkaan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fast-lens biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
  4. Jika shutter speed yang dihasilkan terlalu rendah, maka Anda dapat menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop sehingga shutter speed dapat meningkat. Lalu rubah exposurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
  5. Gunakan software Noise Reduction untuk mengurangi grain serta noise, jika diperlukan.

 

Selamat mencoba.

 

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!